Bisnis Terdampak Pandemi, Desainer Bagikan Seribu Tas untuk Tenaga Kesehatan

Beragam sektor turut terdampak karena pandemi Covid-19 yang melanda seantero jagat. Begitu pula dengan dunia bisnis, seperti yang digeluti mereka para desainer yang terjun di industri fashion.

Dilansir dari laman Insider, Selasa (16/3/2021), saat pandemi Covid-19 mengganggu bisnisnya, desainer bernama Hannah Fastov tak kehabisan akal. Pendiri perusahaan aksesori bernama Go Dash Dot ini menemukan tujuan baru untuk tas dari label miliknya.

Label sang desainer menjual tote bag, ransel, duffles, dan tas selempang. Fastov mendirikan label ini pada 2016, tepatnya ketika ia lulus kuliah dan berjuang menemukan tote bag stylish yang dapat digunakan ke berbagai aktivitas.

Namun pada Maret 2020, semua kegiatan di seantero jagat berubah dan ditetapkan sementara untuk dilaksanakan di rumah saja karena pandemi melanda. Hal ini membuat Fastov dan banyak pengecer kelebihan muatan dan tas yang tak diminati.

Namun, ada hal yang seketika mengubah segalanya. Adalah pesan di Instagram dari seorang perawat di Nashville, Tennesse, yang memberi sang desainer ide untuk menggunakan kembali tas tangannya untuk membantu para tenaga kesehatan.

Fastov menyebut kepada Insider bahwa usai membaca pesan dari perawat itu, ia memutuskan menyumbangkan tasnya kepada rumah sakit. Fastov memiliki surplus seribu tas selempang di gudang Go Dash Dot.

Bulan berikutnya, sang desainer menyumbangkan semua tasnya kepada tenaga kesehatan di New York City. Ia menyebut, menyumbangkan inventarisnya adalah keputusan bisnis yang sulit, tetapi ia senang mengetahui bagaimana produknya membantu tenaga kesehatan dalam pandemi.

“Saya ingin mereka merasa seperti mereka bisa menghadapi seluruh dunia. Saya ingin mereka merasa bisa menaklukkan segalanya dan mereka akan bisa menjalani hari mereka tanpa harus mengorbankan apa pun,” kata sang desainer.

Ada pun tas Go Dash Dot itu dijual seharga 88 dolar AS atau sekitar Rp1,2 juta. Tas yang didonasikan Fastov kepada tenaga kesehatan New York memiliki banyak kantong, dapat dipakai dengan tiga cara berbeda, dan bisa dicuci dengan mesin.

Fastov menyebut menurut profesional perawatan kesehatan yang mengenakan tas ikat pinggangnya, tas tersebut memiliki cukup kantong dan ruang untuk menyimpan persediaan yang mereka butuhkan saat berkeliling di fasilitas mereka.

Selain menyumbangkan inventaris tas desainnya di tengah pandemi, Fastov sekarang menawarkan diskon 40 persen kepada tenaga kesehatan AS untuk digunakan di seluruh situs web. Label ini juga menawarkan kode diskon kepada pelanggan untuk mendonasikan dompet bekas mereka.

Label ini menyumbangkan tas bekas ke Dress for Success, sebuah organisasi nirlaba yang memberdayakan perempuan untuk menjadi mandiri secara ekonomi dengan menyediakan pakaian profesional dan jaringan dukungan.

No Comments

Leave a Reply